You Are Reading

0

YESUS SENDIRI MENYEMBAH HANYA KEPADA ALLAH

Aldiy Ibn Abdullah Sabtu, 27 Oktober 2012
 Kenyataan tentang TUHAN dalam Injil :

Inilah Fakta kebenaran yang tersisa dan belum dirubah dalam Injil

Injil -Yohanes 1: 18 : “Tak seorangpun pernah melihat Tuhan.”

Injil – 1 Timotius 6: 16 : “Tuhan tidak pernah dilihat manusia, dan manusia memang tidak dapat melihat-Nya….”

Injil – Keluaran 33: 20 : “Dan Tuhan berfirman: Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku yang dapat hidup.”



PENGAKUAN YESUS

Yesus dengan tegas mengatakan bahwa dirinya bukan Tuhan :

• Yohanes, 20:17 à “Aku akan pergi kepada Bapaku dan Bapamu, Allahku dan Allahmu.”

• Yohanes, 8:54 à “Jika aku memuliakan diriku sendiri, maka kemuliaanku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa/Allah-kulah yang memuliakanku.”

• Matius, 18:19 à “Permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa/Allah-ku di sorga.”

• Markus, 10:18 à “Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.”

• Matius, 7:21à “Bukan setiap orang yang berseru kepadaku Tuhan,Tuhan! Akan masuk kerajaan sorga. Melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa/Allah-ku disorga.”

• Lukas, 18:19 à “Mengapa kau katakan aku baik? Tidak ada yang baik selain Allah.”

• Matius 19-17 à “Hanya Satu yang baik … turutilah perintah Allah.”

• Semua yang tidak mengakui dirinya sebagai Tuhan, ia tidak pantas disebut sebagai Tuhan.

• Karena Tuhan pasti menyebut diri- Nya sebagai Tuhan : Im 19:31 & Yes 43:11. Yesus dengan tegas mengatakan bahwa Allah adalah Tuhan yang Esa/ Satu (bukan tiga), yaitu Allah Tuhannya Yesus dan Tuhannya alam semesta :

• Matius, 4:10 à “Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti.”

• Matius, 23:8 à “Hanya satu Rabimu.”

• Markus, 12:29 à “Tuhan Allah kita, Tuhan itu Esa.”

• Markus, 12:32 à “Tidak ada yang lain kecuali Dia (Allah).” = Laa Ilaaha Illallah

• Lukas, 10:21 à “Bapa/Allah, Tuhan langit dan bumi.”

• Yohanes, 5:44 à “Allah yang Esa.”

• Yohanes, 17:3 à “Mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar.”

• Semua yang lebih dari satu, tidak pantas disebut sebagai Tuhan karena Tuhan Maha Satu.

Laa Ilaaha illallah (Tiada tuhan selain Allah), senada dengan :

ü Allah adalah Tuhan yang Esa/ Satu : Ulangan, 4:35

ü Allah adalah Tuhan yang Esa/ Satu : Ulangan, 6:4

ü Allah adalah nama Tuhan untuk selama-lamanya (bukan Yesus) : Keluaran, 3:15

ü Laa Ilaah Illallah (Tiada tuhan selain Allah) : Yesaya, 46:9.

oleh sebab itulah Al Quran ini diturunkan oleh Allah kepada Ummat Islam bukan Kristen atau Yahudi sehingga tetap terjaga keasliannya, bila diturunkan kepada mereka tentunya akan dirubah ayat tersebut dan Allah pun telah mejelaskan sifat mereka : surat Al Maidah 78-81: artinya: “Telah dilaknat orang-orang kafir dari bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putra maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka sungguh amat buruk apa yang lelalu mereka perbuat. Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang kafir (musryik). Sesungguhnya amat buruk apa yang mereka sedihkan untuk diri mereka yaitu kemurkaan Allah kepada mereka dan mereka akan kekal dalam siksaan. Sekiranya mereka beriman kepada Allah SWT, kepada nabi Musa dan kepada orang yang diturunkan kepadanya niscaya mereka tidak akan mengambil orang-orang musryik itu menjadi penolong-penolong, tetapi kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang fasik”.

“(Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah sesudah perjanjian itu teguh, dan memutuskan jalinan dengan apa yang diperintahkan Allah (kepada mereka) untuk menjalinnya dan membuat kerusakan di muka bumi.” (QS. Al-Baqarah: 27)

“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi Kitab, (yaitu), ‘Hendaklah kalian menjelaskan isi Kitab itu kepada manusia, dan jangan menyembunyikannya,’ lalu mereka melemparkan janji itu ke belakang punggung mereka dan mereka menukarnya dengan harga yang sedikit. Amatlah buruk tukaran yang mereka terima.” (QS. Ali Imran: 187) Dalam ayat lain, Allah berfirman, “Setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya.” (QS. Al-Baqarah: 100)

Allah pun telah menjelaskannya dalam ayat lain :

“Sebagian besar Ahli Kitab menginginkan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena dengki yang (ada) dalam diri mereka, setelah kebenaran nyata bagi mereka.” (QS. Al-Baqarah: 109)


ENTRI TERKAIT

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2010 JalurIslam